Bentengi Keuangan Agar Tahan Krisis

Jumat, 11 Juni 2021 - 00:06 WIB

Masa depan tidak ada yang bisa menebak dengan pasti. Bisa jadi situasi ekonomi yang sulit bakal muncul. Bukan tidak mungkin itu akan memicu krisis yang menyulitkan siapa pun. Dalam kondisi seperti itu, keuangan pribadi yang tahan banting sangat penting. 

Bagaimana membuat keuangan tahan krisis? Peribahasa yang acap kita dengar sangat relevan. Sedia payung sebelum hujan. Terkesan sederhana namun maknanya begitu dalam. Ujar-ujar itu mengajak siapa saja untuk selalu membuat persiapan dalam hidup. 

Hal tersebut berlaku pula dalam finansial pribadi. Jika ingin keuangan tahan krisis, berbagai langkah persiapan perlu dilakukan. Apa sajakah itu? Berikut ini yang bisa Sahabat LPS lakukan.

● TAMBAH DANA DARURAT

Momen ini merupakan saat paling tepat untuk menambah dana darurat. Peruntukan emergency fund memang untuk persiapan dalam situasi sulit seperti krisis. Ketika ancaman tersebut ada di depan mata, maka logis jika jumlahnya segera ditambah.

Disarankan untuk menambah simpanan dana darurat sebesar tiga hingga enam kali pengeluaran total per bulan. Hal itu akan membuat Sahabat LPS bisa punya “napas” jika kondisi terburuk dialami.

● PANGKAS PENGELUARAN TIDAK ESENSIAL

Ketika situasi sulit ada di depan mata, Sahabat LPS harus bersiap. Wujud nyata ialah berani lebih mengetatkan ikat pinggang. Pangkas semua pengeluaran tidak esensial. Utamakan uang hanya untuk membiaya kebutuhan primer.

Apa saja contohnya? Paling sederhana Sahabat LPS bisa mengurangi paket langganan streaming film atau musik berbayar. Bisa pula dengan meminalkan belanja baju yang biasa dilakukan.

● CARI PENGHASILAN TAMBAHAN

Mungkin saat ini menjadi momen tepat untuk mencari penghasilan tambahan. Mulai saja dulu biarpun baru skala kecil. Penghasilan tambahan bisa jadi sangat membantu jika kondisi terburuk terjadi.

Sahabat LPS bisa menjadi pekerja lepas atau memulai ide bisnis kecil-kecilan yang dulu pernah dirancang. Lakukan saja. Bisa jadi, ke depan, hal itu akan menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan.

LUNASI UTANG

Jika memungkinkan, lunasi utang yang dimiliki. Setidaknya minimalkan jumlahnya. Utang yang dimiliki potensial menjadi beban tambahan ketika situasi krisis benar-benar terjadi.

Sahabat LPS dapat memakai dana hasil penghematan untuk melunasi utang. Bisa pula menggunakan uang hasil pekerjaan sampingan. Apa pun caranya, lakukan agar utang lunas atau minimal berkurang.

TERUS BERINVESTASI

Investasi ketika ada ancaman krisis terlihat tidak logis. Namun, tidak ada kata berhenti untuk berinvestasi. Bahkan, jika memang situasi sulit benar-benar hadir, Sahabat LPS malah bisa melakukan investasi dengan biaya yang lebih rendah dibanding masa normal.

Suatu saat nanti Sahabat LPS bakal mendapatkan buahnya. Ingat, badai pasti berlalu. Kondisi sulit tidak akan selamanya terjadi. Momen pemulihan pasti bakal hadir. Pada saat itulah, Sahabat LPS akan menikmati hasil investasi.

SIAPKAN DANA LIKUID

Cash is the king. Itulah “mantra” yang paling ampuh dalam kondisi krisis. Dana yang likuid akan memudahkan Sahabat LPS untuk menata hidup kembali jika situasi terburuk benar-benar dialami.

Bagaimana caranya? Menabung merupakan langkah terbaik. Dari sekarang, tambah terus tabungan secara rutin. Sahabat LPS tidak akan kesulitan mendapatkan dana cair.

HIDUP SESUAI KEMAMPUAN

Hal ini cocok dalam segala situasi, bukan hanya untuk menghadapi krisis semata. Hiduplah sesuai kemampuan. Jangan memaksakan diri untuk membiayai gaya hidup di atas kemampuan diri.

Agar selalu bisa mengontrol keuangan dengan baik, Sahabat LPS bisa membuat bujet keuangan. Terapkan dan terus disiplin mengikutinya.

Melakukan berbagai hal itu akan membuat keuangan pribadi tahan krisis. Sahabat LPS tetap aman meskipun situasi sulit terjadi.

Share :

Equity Tower Lt 20-21, Sudirman Central Business District (SCBD) Lot 9 Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 1 2190 , Indonesia
E-mail: humas@lps.go.id - Phone: +62 21 515 1000 (hunting) - Fax: +62 21 5140 1500/1600