Terapkan Kakeibo, Seni Mengelola Uang Ala Jepang

Jumat, 19 Februari 2021 - 22:56 WIB

Orang Jepang dikenal pintar dalam mengelola uang. Tabungan mereka terbilang tinggi. Padahal, biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup di sana termasuk besar. Bukan hanya itu, jika dibanding dengan biaya hidup di negerinya, standar gaji untuk para karyawan di Jepang terhitung rendah. 

Hal itu seharusnya menyulitkan mereka untuk menabung. Namun, pada kenyataannya, orang-orang Jepang lihai menata uangnya agar mencukupi.

Kunci sukses di baliknya ialah kakeibo. Inilah seni mereka dalam mengelola uang, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan pribadi. Teknik tersebut mampu membimbing orang-orang Jepang agar lepas dari masalah finansial.

SEPERTI APA KAKEIBO?

Secara garis besar, kakeibo merupakan teknik pengelolaan keuangan dengan mendasarkan diri pada pencatatan dan pengeluaran yang cermat. Cara ini dipopulerkan oleh jurnalis perempuan pertama di Jepang, Hani Motoko, pada 1904. 

Dalam kakeibo, semua hal terkait keuangan dicatat secara mendetail. Fokusnya bukan hanya menabung, namun lebih kepada pemanfaatan uang yang baik. 

Sesuai konsep kakeibo, seseorang akan selalu diminta berpikir ulang saat mengeluarkan uang. Apakah benar itu kebutuhan atau hanya keinginan? Dengan demikian, pada akhirnya akan tumbuh kebiasaan menggunakan uang dengan bijaksana.

Terdapat empat pertanyaan kunci di dalam kakeibo. Hal itu yang harus dijawab secara jujur oleh setiap pribadi supaya bisa melakukan pencatatan dengan cermat. 

1. Berapa uang yang dimiliki?

2. Berapa jumlah uang yang ingin ditabung?

3. Berapa jumlah uang yang hendak dikeluarkan?

4. Bagaimana cara bisa terus mengembangkannya?

BAGAIMANA CARA MELAKUKANNYA?

Kakeibo membantu sekali untuk mengetahui kondisi keuangan. Dari situ, seseorang bisa melakukan evaluasi dan mengontrol finansial dengan baik. Untuk melakukannya, ada hal-hal yang harus dijalankan.

● Lakukan Perhitungan Finansial 

Pertama kali yang harus dilakukan adalah menghitung kondisi keuangan dengan cermat. Catat semua pemasukan dan pengeluaran. Pada awalnya, penghitungan bisa dilakukan secara tahunan. 

Hitung perkiraan penghasilan maupun pengeluaran dalam setahun. Perhatikan pula pengeluaran tahunan seperti biaya liburan, cek kesehatan rutin, atau apa pun yang biasa dilakukan per tahun. Kalau sudah melakukannya, posisi keuangan bisa terlihat.

● Buat Anggaran Keuangan

Sesudah tahu kondisi keuangan, buat alokasinya dengan cermat. Pembuatan anggaran bisa dimulai dari mencatat pengeluaran bulanan hingga akhirnya mendetail ke pengeluaran mingguan. Lalu ada pula budget untuk menabung, investasi, dan lain sebagainya. 

Untuk mempermudah penganggaran, aneka kategori pengeluaran harus dibagi. Sebagai contoh pengeluaran dapat dikategorikan menjadi empat seperti pengeluaran esensial (kebutuhan mendasar), opsional (kebutuhan sekunder), ekstra (pengeluaran tidak terduga), serta lain-lain.

Budget yang dipatok berguna sebagai target yang harus diraih. Sebisa mungkin, anggaran harus ditepati.

● Catat Secara Manual

Mulailah melakukan pencatatan. Dalam kakeibo, prosesnya dilakukan dengan secara manual. Ambil sebuah buku dan catatlah semuanya di sana. Jika tidak mau repot, buku-buku pencatatan kakeibo bisa dibeli.

Pencatatan secara manual memang merepotkan. Namun, itu memang disengaja. Mencatat dengan menulis di atas kertas berpengaruh besar terhadap psikologi manusia. Hal-hal yang ditulis tangan lebih membekas di otak sehingga mempermudah pencapaian target.

● Evaluasi Berkala

Setiap pekan atau setidaknya sebulan sekali, lakukan evaluasi. Lihat bagaimana pelaksanaan pencatatan. Jika dicatat dengan detail, pengeluaran akan terlihat jelas. Hal itu memudahkan evaluasi. Pos yang dirasa kurang bisa dikembangkan. Begitu pula pos yang sudah baik setidaknya dapat dijaga.

Seperti itulah kakeibo. Dengan mencatat semua hal tentang keuangan, seseorang akan mengembangkan kebiasaan finansial yang baik. Sahabat LPS tertarik melakukannya?

Share :

Equity Tower Lt 20-21, Sudirman Central Business District (SCBD) Lot 9 Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 1 2190 , Indonesia
E-mail: humas@lps.go.id - Phone: +62 21 515 1000 (hunting) - Fax: +62 21 5140 1500/1600