Aneka Metode Pengelolaan Keuangan Pribadi yang Bisa Dicoba

Minggu, 07 Februari 2021 - 21:57 WIB

Keuangan pribadi yang terkontrol mampu menjaga kehidupan lebih baik. Agar bisa menjaga personal finance selalu terkendali, Sahabat LPS wajib mengelolanya dengan cermat. Tidak perlu bingung, ada banyak metode pengelolaan keuangan pribadi yang dapat dicoba. 

Silakan pilih mana yang sesuai dengan cara dan kebutuhanmu. Setiap metode pengelolaan keuangan pribadi tersebut punya kelebihan dan kekurangan, sehingga efektivitasnya kembali ke karakter setiap individu.

Metode 50/30/20

Dipopulerkan oleh Elizabeth Warren dan Amelia Tyagi, metode pengelolaan keuangan pribadi 50/30/20 merupakan salah satu yang paling simpel. Finansial personal hanya dibagi menjadi tiga kategori, yakni kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Alokasi dana kemudian dijalankan berdasar pengkategorian tersebut.

Metode ini menyarankan 50% penghasilan digunakan untuk kebutuhan. Ini adalah hal mendasar yang wajib dipenuhi agar kualitas hidup layak tetap terjaga. Contohnya adalah bayar listrik, air, atau makan.

Lalu, 20% penghasilan dialokasikan untuk menabung. Namun, dana darurat, persiapan pensiun, serta investasi bisa dimasukkan ke sini. 

Sedangkan 30% sisa penghasilan lain baru dialokasikan untuk pemenuhan keinginan. Aneka biaya untuk hiburan, jalan-jalan, serta belanja kebutuhan nonesensial dapat dimasukkan ke sini.

Kelebihan : Metode 50/30/20 sangat sederhana. Cocok sekali bagi mereka yang kesulitan membuat budget secara detail. 

Kekurangan : Kemungkinan budget meleset cukup besar. Penyederhanaan kategori bisa membuat pengeluaran di satu pos akan berlebih tanpa disadari.

Metode Cash Only

Metode pengelolaan keuangan pribadi ini mewajibkan penggunaan uang tunai untuk semua jenis pengeluaran. Pemakaian uang tunai diharapkan memicu rasa lebih bertanggung jawab dalam mengeluarkan uang.

Cara menjalankannya dimulai dengan membuat budget untuk setiap jenis pengeluaran. Tidak ada kategori budget yang harus diikuti. Setiap pribadi bisa membuat versinya masing-masing.

Setelah selesai, masukkan uang tunai ke dalam amplop sesuai dengan budget. Selanjutnya hanya gunakan dana tersebut sesuai peruntukannya. 

Jadi, ketika budget untuk satu pos pengeluaran sudah habis berarti tidak akan ada tambahan yang bisa dialokasikan. Dengan demikian, pengeluaran pasti terkendali.

Kelebihan : Metode ini tepat sekali digunakan oleh mereka yang kesulitan menjaga pengeluaran tetap sesuai budget. Jika disiplin menjalankan, pasti tidak akan ada overspending.

Kekurangan : Risiko uang hilang sangat tinggi karena disimpan di rumah. Lalu, godaan memakai untuk hal di luar budget sangat besar karena uang tunai tersedia di depan mata.

Metode Zero-Based Budget

Metode pengelolaan keuangan pribadi ini dijalankan dengan membuat budget pada awal bulan untuk setiap jenis pengeluaran. Tujuannya supaya dana yang keluar sama persis dengan penghasilan yang diperoleh.

Akan tetapi, pengeluaran yang dimaksud bukan cuma untuk konsumsi. Penggunaan produktif seperti menabung dan investasi juga dimasukkan ke dalam budget pengeluaran.

Jika ada penghasilan tambahan setelah budget dibuat, dananya tetap harus dikeluarkan. Namun, disarankan pemakaiannya untuk hal produktif seperti menambah jumlah tabungan atau investasi.

Kelebihan : Zero-Based Budget akan memastikan pengeluaran sama persis dengan penghasilan. Metode ini pun cocok bagi kamu yang ingin mengontrol pemakaian uang secara mendetail.

Kekurangan : Pelacakan pengeluaran secara detail agar sesuai dengan budget menjadi tantangan tersendiri. Butuh ketekunan dan kedisiplinan dalam pelaksanaan.

Metode Value-Based Budget

Value-Based Budget mendasarkan pengaturan keuangan sesuai dengan nilai sebuah hal bagi pembuat budget. Semakin tinggi nilai sebuah hal bagi seseorang, maka budget untuk hal tersebut bertambah besar. Hal itu berlaku sebaliknya ketika nilainya dianggap kurang besar.

Sebagai contoh jika seseorang merasa traveling sebagai hal penting baginya, maka budget untuk hal tersebut boleh tinggi. Beda halnya dengan misalnya fashion yang kurang diminati. Alokasi pengeluaran untuk pos tersebut akan diperkecil.

Namun, pengalokasian dana sesuai nilai baru bisa dijalankan setelah semua kebutuhan esensial dipenuhi. Jadi, pembayaran aneka tagihan bulanan, menabung, dan berinvestasi tetap dialokasikan terlebih dulu.

Oleh karena itu, metode pengelolaan keuangan pribadi ini lebih cocok untuk seseorang dengan penghasilan yang mencukupi. Cara ini akan membuatnya benar-benar merasakan arti pemakaian uang. Namun, temukan dulu apa hal yang dianggap berarti terlebih dulu sebelum membuat budget.

Kelebihan : Metode ini memudahkan pengelolaan keuangan karena tidak ada pembuatan budget dengan detail. Selain itu, penekanan pengeluaran ke segi nilai akan membuat hidup terasa bermakna.

Kekurangan : Value-Based Budget tidak cocok untuk mereka yang belum disiplin dan dewasa dalam pemakaian uang. Jika tidak mampu mengontrol diri, pengeluaran bisa tidak terkendali. 

Sahabat LPS boleh memilih satu di antara metode pengelolaan keuangan pribadi yang dipaparkan. Pilih saja yang mana dan disiplin menjalankannya agar kehidupan lebih baik.

Share :

Equity Tower Lt 20-21, Sudirman Central Business District (SCBD) Lot 9 Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 1 2190 , Indonesia
E-mail: humas@lps.go.id - Phone: +62 21 515 1000 (hunting) - Fax: +62 21 5140 1500/1600