Pahami Reksa Dana Beserta Risikonya

Minggu, 07 Februari 2021 - 21:53 WIB

Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang menarik. Namun, sebelum memutuskan menanamkan dana di sana, pahami reksa dana beserta risikonya terlebih dulu.

Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal dan selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Berinvestasi di sini terhitung mudah. Investor pemula pun dapat melakukannya.

Sahabat LPS tinggal menyediakan dana untuk berinvestasi tanpa perlu memonitor perkembangannya setiap saat. Nanti ada Manajer Investasi yang akan mengelola dana tersebut.

Namun, perlu disadari, setiap investasi memiliki risiko tersendiri. Begitu pula halnya reksa dana. Maka, agar langkah investasi sesuai tujuan keuangan, lebih baik pahami reksa dana beserta risikonya.  

Ada empat jenis reksa dana yang memiliki karakter dan risiko berbeda-beda. Berikut ini penjelasannya.

REKSA DANA PASAR UANG

Jenis reksa dana dengan risiko paling rendah. Di sini investor menempatkan 100% dananya ke dalam efek utang atau instrumen pasar uang yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Adapun instrumen keuangannya adalah Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga Pasar Uang, Sertifikat Bank Indonesia, Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, Surat Pengakuan Utang, Surat Berharga Komersial, serta obligasi.

Reksa dana Pasar Uang paling tidak terpengaruh kondisi pasar. Hanya perubahan suku bunga yang bisa memengaruhi imbal hasil yang diperoleh. Meski begitu, pergerakannya cenderung stabil. Namun return yang diperoleh biasanya lebih tinggi dari bunga deposito.

Reksa dana pasar uang juga mudah dicairkan. Investor tidak perlu menunggu masa jatuh tempo seperti tabungan berjangka. Selain itu, jenis investasi ini bebas pajak.

Tipe Investor yang Cocok: 

Reksa dana pasar uang cocok sebagai investasi jangka pendek. Kamu yang ingin berinvestasi hanya dalam satu tahun dan tidak mau mengambil risiko tinggi bisa memilihnya.

REKSA DANA PENDAPATAN TETAP

Jenis reksa dana yang menempatkan sebagian besar alokasi investasinya ke surat utang (obligasi). Dana yang ditempatkan di sana sebesar 80% aktiva. 

Investor akan mendapat keuntungan dari bunga (kupon) tetap yang didapat secara konsisten dari surat utang. Dari sinilah penamaan Reksa dana Pendapatan Tetap muncul.

Adapun imbal hasil yang ditawarkan lebih tinggi dari Reksa dan Pasar Uang. Nilainya di kisaran 5% sd 10% per tahun. Namun, hal tersebut juga seiring sejalan dengan risiko yang lebih tinggi.

Tipe Investor yang Cocok:

Sahabat LPS yang termasuk investor konservatif dan enggan menanggung risiko tinggi pas sekali untuk memilih Reksa dana Pendapatan Tetap. Jenis reksa dana ini cocok sebagai investasi dalam jangka waktu satu hingga tiga tahun.

REKSA DANA CAMPURAN

Reksa dana Campuran merupakan investasi reksa dana yang menanamkan dananya di berbagai macam efek seperti ekuitas (saham), obligasi, dan pasar uang. Investor bisa menentukan jenis investasi yang dipilih beserta porsinya.

Namun, jumlah penempatan dana dalam Reksa dana Campuran maksimal 79% dari dana kelolaan. Jadi, jika ada alokasi yang melebihi nilai di atas, investasi tidak bisa bisa disebut lagi sebagai Reksa dana Campuran. 

Sebagai contoh, jika investasi 85% di surat utang, maka itu investasi tersebut merupakan Reksa dana Pendapatan Tetap. Sedangkan jika 85% di saham, investasi tersebut bisa disebut sebagai Reksa dana Saham.

Imbal hasil yang ditawarkan Reksa dana Campuran tergantung dari jenis investasi yang dipilih. Begitu pula sebaliknya jika porsinya lebih tinggi di surat utang. 

Jika lebih besar di saham, pengaruh fluktuasi pasar akan tinggi. Namun, risikonya masih bisa disebar ke investasi lain seperti obligasi. Investor masih berpeluang memperoleh hasil dari sana.

Dengan demikian, Reksa dana Campuran masih terbilang aman. Return yang didapat biasanya di kisaran 10% hingga 12% per tahun. 

Tipe Investor yang Cocok:

Reksa dana Campuran memiliki risiko lebih tinggi dari Reksa dana Pendapatan Tetap. Namun, risikonya lebih rendah dibanding Reksa dana Saham. Investor moderat yang siap menanamkan dananya antara tiga hingga lima tahun atau lebih, tepat sekali kalau memilih jenis investasi ini.

REKSA DANA SAHAM

Reksa dana saham merupakan jenis reksa dana yang menempatkan minimal 80% dananya ke saham. Investor masih bisa membagi maksimal 20% sisa dananya ke surat utang atau pasar uang.

Jenis reksa dana ini paling berpotensi memberi keuntungan besar. Potensi profit yang didapat di kisaran 15% hingga 20% per tahun. Bahkan, jika kondisi pasar sangat baik, return yang diperoleh bisa lebih.

Akan tetapi, risiko Reksa dana Saham paling tinggi. Fluktuasi pasar sangat berpengaruh. Namun, investor bisa menyiasatinya dengan membagi portofolio ke berbagai saham, sehingga risikonya terpecah.

Tipe Investor yang Cocok:

Reksa dana Saham ditujukan bagi mereka yang mau berinvestasi secara agresif. Kamu yang berani menanggung risiko tinggi dan berinvestasi dalam jangka panjang, minimal 5 tahun, paling pas menanamkan dananya ke jenis reksa dana ini. 

Aneka jenis reksa dana berserta risikonya sudah dipahami. Saatnya Sahabat LPS menentukan mana yang paling cocok untuk tujuan keuanganmu.

Share :

Equity Tower Lt 20-21, Sudirman Central Business District (SCBD) Lot 9 Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 1 2190 , Indonesia
E-mail: humas@lps.go.id - Phone: +62 21 515 1000 (hunting) - Fax: +62 21 5140 1500/1600